Kamis, 13 September 2012

Rosh Hashanah - Tabernakel

HOME
ROSH HASHANAH:
TUHAN SEDANG MENYELARASKAN MASA DEPAN KITA

TRANSISI KEBANGKITAN ROHANI
Rosh Hashanah itu salah satu hari kudus di kalender Yahudi. TUHAN itu bekerja dalam waktu dan musim-musim tidak secara sembarangan. Pengalaman saya, Matt Soger, lebih dari sepuluh tahun terakhir sejak TUHAN pertama kali melahirkan pelayanan penyembuhan profetis kami, saya selalu memperhatikan kalau setiap tahun di bulan September akan menjadi bulan spiritual yang bermakna. Pada saat itu, di bulan September 2002, pelayanan kami dilahirkan, dan di setiap bulan-bulan September berikutnya TUHAN memberikan perubahan dan transisi-transisi yang berarti. September menandai bulan pertama kalender Yahudi dengan Rosh Hashanah sebagai tanda hari pertama Tahun Baru. Sesungguhnya festival-festival dan hari-hari Kudus Yahudi menandai waktu-waktu dan musim-musim penting dalam Roh. Sampai sekarang TUHAN masih bekerja selaras dengan kalender orsinil-Nya.

WAKTU BERTRANSISI DAN BERUBAH – terjadi penyelarasan-penyelarasan
September, yang merupakan Tahun Baru Yahudi, seringkali merupakan waktu transisi dan perubahan. Saat Tuhan membawa perubahan akan disertai penyelarasansesuatu dan akan ada kejadian-kejadian yang menerobos. Ini yang membawa penyelarasan bagi Tubuh sehingga kita bisa ada di tempat dan diwaktu yang tepat demi tujuan Kerajaan. Saya percaya banyak mereka yang ada dalam Tubuh sedang memasuki musim baru dalam hidup mereka dimana TUHAN sedang memanggil untuk meninggalkan apa yang lama dan melangkah memasuki sesuatu yang baru.
Hal-hal yang ada di masa lalu bisa menghambat dan memperlambat gerakan maju kita; dan itu semua harus ditinggalkan, jika kita harus bergerak maju demi tujuan dan panggilan TUHAN. Ini sesungguhnya waktu dimana TUHAN sedang mengupas dan menyingkirkan segala sesuatu yang akan menghalangi kecepatan kita di dalam Dia. Sewaktu kita ditransisi memasuki ke sesuatu yang baru kita harus memahami apa yang sedang Dia kerjakan dan apa saja yang Dia inginkan untuk kita tinggalkan. Transisi ini berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada keunikan rencana TUHAN dan destiny hidup masing-masing. Di musim transisi ini kita harus punya telinga untuk mampu mendengar.

AWAS: jangan mencontoh pola lama
TUHAN sedang memecahkan kotak yang membelenggu umat-Nya. Kita harus sangat berhati-hati di musim yang berikut ini agar tidak melakukan dan mengikuti pola-pola model di masa lalu, bahkan meskipun model yang bagus sekalipun. Kita tidak harus meng-‘carbon copy’ atau menduplikat pola-pola pelayanan yang berhasil di musim lalu. TUHAN sedang melakukan sesuatu yang baru. Untuk bergerak memasuki dan memiliki kirbat baru kita harus tetap fleksibel/lentur dan peka akan apa yang TUHAN sedang kerjakan, dan bagaimana Dia sedang bergerak. Ini membutuhkan kepekaan yang semakin meningkat akan suara Dia dan keberanian untuk tidak terpengaruh dan ikut dihanyutkan arus. Ini akan membutuhkan hati yang taat total dan mati atas diri-sendiri.
Imamat 23:23-32 menunjukkan Peniupan Serunai dan Hari Pendamaian.
Masing-masing festival itu merupakan sesuatu yang punya arti baik secara sejarah maupun profetis. Ketiga festival yang pertama berkaitan dengan kedatangan Kristus sementara ketiga festival yang terakhir terkait dengan kedatangan Kristus yang kedua. Masing-masing festival akan digenapkan secara sejarah di sepanjang kehidupan Kristus.
Festival-festival tersebut masih punya arti besar bagi kita sekarang ini.
Yesus mengatakan di Matius 5:17, "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."
Kolose 2:16-17 jjuga menunjukkan kalau festival-festival tersebut merupakan "bayang-bayang apa yang akan datang."
Hal-hal yang tersembunyi di Perjanjian Lama sekarang akan disingkapkan melalui kehidupan Kristus.

FESTIVAL PENIUPAN SERUNAI – Awal Tahun Baru Spiritual
16 September 2012 menandai hari Rosh Hashanah, awal Tahun Baru spiritual. Hari ini mulai memasuki Sepuluh Hari ‘Awe’ dan yang berakhir di Yom Kippur dan Hari Pendamaian.
Rosh Hashanah itu juga dikenal sebagai Festival Peniupan Serunai. Menurut World Book Encyclopedia, selama festival ini orang Yahudi berdoa minta pengampunan TUHAN untuk tahun baru yang baik dan agar panjang umur. Menurut tradisi Yahudi hari ini hari ini dimulainya penghakiman tahunan TUHAN atas manusia.
Selama musim spiritual ini mata TUHAN sedang melihat hati kita. Ini merupakan waktu untuk:
1. Merendahkan diri di hadapan TUHAN dan mengijinkan Dia meneliti dan menghakimi hati kita. Kita harus punya sikap yang mau remuk dan bertobat atas semua dosa kita.
2. Mendoakan berkat TUHAN di sepanjang Tahun Baru.
3. Mendoakan berkat TUHAN untuk kehidupan yang panjang umur dan sehat dalam Kristus.
World Book Encyclopedia menunjukkan kalau pelayanan orang Yahudi di Rosh Hashanah menekankan pada penghakiman, pertobatan dan pengampunan. Suatu shofar ditiup untuk memanggil orang ke tempat pertobatan akan dosa-dosanya dan dibangunkan untuk melakukan pelayanan kudus kepada TUHAN.

GERAKAN KEKUDUSAN DAN KUASA
Selama musim ini ada panggilan untuk kekudusan maupun kuasa.
Sewaktu kita melakukan transisi memasuki musim baru, kita akan melihat di gereja ada dua arus yang sangat penting, yang mengalir sejajar: arus kekudusan-yang-dalam bersama dan arus kuasa-luarbiasa.
Hari-hari campuran antara melakukan pelayanan dengan pengurapan di depan umum dan hidup dalam dosa di saat sendirian, sudah selesai. TUHAN sedang memanggil kita memasuki tempat dengan standar yang lebih tinggi dan kedewasaan rohani. TUHAN sedang membawa Gereja memasuki tempat ke-putra-an sejati. Agar ini bisa terjadi kita harus mengalami kekudusan-Nya dan mengasihi pendisplinan sehingga kita bisa bertumbuh dewasa dalam memasuki panggilan-Nya dengan kekudusan dan kuasa.
TUHAN sedang membereskan semua percampuran yang ada di hati Gereja, baik secara korporat maupun pribadi. Ada kemuliaan yang lebih besar yang sedang datang, dan agar kita bisa memegang bobotnya, kita harus memiliki fondasi yang kokoh dan kuat. Sewaktu kuasa TUHAN meningkat di Gereja, kita harus punya fondasi yang bahkan harus lebih padat lagi. Tuhan sedang menyingkirkan keluar semua campuran yang ada di Gereja sehingga kita bisa memegang kuasa murni Roh Kudus.
Di musim kebangkitan ini kita akan melihat dua arus sejajar: kekudusan dan kuasa. Kita tidak selalu tahu apa yang ada di dalam hati kita. Jika itu merupakan sesuatu yang harus kita singkirkan, TUHAN akan membuangnya. Sekaranglah waktu dan musim dimana kita perlu merendahkan diri kita dan membiarkan TUHAN menyelidiki dan membersihkan hati kita.

PENETAPKAN ARAH UNTUK TAHUN DEPAN
Posisi yang kita ambil di hadapan TUHAN akan menentukan arah kita di sepanjang tahun mendatang. Apa yang sekarang kita tabur akan memberikan tuaian di tahun mendatang. Rosh Hashanah dikenal sebagai “Tahun Hulu / Head of the Year." Tradisi Yahudi menyatakan kalau hari ini merupakan hari ulangtahun penciptaan dunia dan merupakan hari saat TUHAN menata penciptaan. Sama seperti kepala yang mengarahkan tubuh, demikian juga penghakiman-penghakiman yang dilakukan TUHAN di Roh Hashanah akan mengarahkan peristiwa-peristiwa yang akan datang di tahun depan.
Apa yang akan kita taburkan di musim ini sangat penting. Keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan yang akan kita lakukan akan menentukan arah jalan yang akan kita tempuh di tahun depan. Benih-benih yang kita taburkan sekarang dalam hidup kita akan menentukan tuaian yang akan kita terima di tahun yang akan datang.
Saat saya mengatakan penghakiman TUHAN mungkin ada yang melompat dan berteriak, “Yeah! Memang manusia sudah begitu berdosa sehingga TUHAN akan menghancurkan dunia!" Jika saya mengatakan penghakiman saya tidak maksudkan penghancuran TUHAN. Penghakiman TUHAN itu selalu bersifat penebusan, dan pendisiplinan-Nya selalu dalam kasih disertai dengan menguatkan dan memberi dorongan. Korelasi yang dilakukan tanpa disertai penghiburan dan dorongan itu bukan berasal dari hati TUHAN. Pendisplinan-Nya selalu memberi dorongan kepada kita untuk naik lebih tinggi; dan tidak pernah mengecilkan hati kita ataupun menjatuhkan kita. Yang tidak baik itu biasanya kerjaan roh kritis dan menghakimi.

SAAT YANG BAIK UNTUK MENATA-ULANG
Hal yang baik untuk datang ke hadapan Tuhan dan minta kepada-Nya untuk menyelidiki hati kita dan menyingkirkan keluar segala sesuatu yang telah merayap masuk yang tidak Dia sukai. Sewaktu kita bergerak memasuki musim yang berikut yang TUHAN sudah sediakan bagi kita, posisi yang dibutuhkan ialah kerendahan-hati, mau menyelidiki dan menghakimi hati kita sendiri, sehingga diri-kita tidak dihakimi. Ini juga merupakan waktu untuk berdoa minta berkat dan perkenanan TUHAN ada di tahun baru.
Setelah Rosh Hashanah ada Sepuluh Hari Awe, sebelum Hari Pendamaian. Hari Pendamaian itu hari dimana Imam Besar memasuki tempat Maha Kudus dengan mengoleskan darah korban persembahan ke tutup pendamaian untuk menggantikan dosa-dosa umat di tahun-tahun sebelumnya. Tempat yang tidak ada pembatas lagi antara Imam Besar dengan manifestasi penuh kemuliaan TUHAN.
Saya percaya bahwa sewaktu kita merendahkan-diri kita di hadapan TUHAN dan memeluk korban Kristus di Kayu Salib dengan cara baru di hidup kita, kita akan mengalami kedalaman keintiman dalam hati dan persekutuan yang lebih lagi dengan TUHAN dibandingkan dengan yang pernah kita miliki dan alami sebelumnya. Tidak akan ada penghalang lagi antara kita dengan kemuliaan TUHAN sewaktu kita memeluk karya Salib. Kerendahan-hati akan membuka jalan bagi kita untuk memasuki persekutuan yang lebih dalam lagi bersama TUHAN.
Keluar dari tempat yang seperti inilah kita akan menuai penuaian yang luarbiasa, yang sedang menunggu kita. Bukan hanya suatu tuaian akan rakhmat TUHAN dan kasih-Nya dalam hidup kita, tetapi tuaian proporsi global sewaktu kita melihat hati umat manusia berbalik kembali kepada TUHAN di jam-jam akhir ini.
Bersiaplah untuk bergerak dalam kuasa luarbiasa-Nya yang dilandasi oleh kehidupan kudus, kerendahan hati dan kasih yang luarbiasa.
Disadur bebas dari ‘Rosh Hashanah: God is Realigning for Your Next Season’ oleh Matt Sorger





TABERNAKEL

ROSH HASHANAH – panggilan memasuki musim baru
Festival/perayaan Peniupan Serunai merupakan panggilan! Waktu yang ditetapkan TUHAN untuk kalian perhatikan. Tuhan memberi perintah di festival ini: Semua umat-Nya harus mendengarkan tiupan serunia / terompat / sangkakala / shofar – suatu panggilan untuk berjaga, untuk waspada, untuk suatu musim baru. Terompet itu dirancang untuk bisa mencabik-cabik jiwa dan menarik perhatian kita – untuk membangunkan roh kita – menunjukkan waktu untuk minta kepada TUHAN menunjukkan segala sesuatu yang telah menghalangi pekerjaan-Nya dalam hidup kita. Yoel 2:1. Yom Teruah: hari tiupan yang menjagakan! Panggilan untuk bangkit hampir selalu dibunyikan sebelum adanya revival! Ini berlaku baik bagi bangsa-bangsa dan juga secara perorangan.
• Sewaktu kalian mendengar tiupan terompet, tinggalkan semua bentuk-bentuk lama yang memberi perlindungan kalian. Berdoalah: Tuhan, biarlah saya menemukan perlindungan hanya di dalam Engkau!
• Putuskan kebiasaan-kebiasaan lama. Berdoalah: Tuhan, biarlah saya mau berubah!
• Bertobat atas cara-cara lama dan cara-cara pikir lama. Berdoalah: Tuhan, bialah saya berganti arah dari yang lama ke yang baru!
Saat terompet berbunyi ... BERGANTI-ARAH-LAH!

SEPULUH HARI AWE (Teshuvah) (setelah peniupan terompet) – waktu mencari TUHAN
Ada 10 hari untuk mencari Dia. Teshuvah: untuk “berbelok” dan untuk “kembali” – artinya “pertobatan” dan “musim semi (musim untuk mengalami terbebasnya hidup yang disegarkan dan yang diberkati).” Saat terompet ditiup membuat kalian waspada, kemudian diikuti waktu untuk berbelok dan kembali – untuk mendekat kepada TUHAN agar memperoleh pemulihan sepenuhnya. Saat kalian mendengar suara terompet, minta TUHAN menunjukkan kepada kalian segala sesuatu yang telah menghalangi hidup kalian, yang akan menghalangi pekerjaan-Nya dalam hidup kalian! Inilah saat untuk melepaskan diri dari segala hal yang menghalangi kalian bisa berjalan bersama TUHAN. Inilah waktu untuk krembali kepada TUHAN! Melalui hari-hari pertobatan ini, kita akan memasuki musim-semi! Suatu musim untuk mengalami kebebasa ke kehidupan yang segar dan berkat TUHAN. Beberapa hal yang bisa dilakukan selama hari-hari Awe:
1. Naikkan pujian kepada-Nya dan membaca firman-Nya! Selama waktu ini penting untuk menyediakan waktu lebih untuk menyendiri dengan TUHAN. Buka hati kalian kepada-Nya dalam pujian. Sediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman-Nya. Ini waktu yang ditetapkan TUHAN saat Roh-Nya siap untuk menjumpai kalian dengan cara-cara yang tidak biasa. (Yeremia 29:12-13; Yakobus 4:8)
2. Ijinkan TUHAN menyingkapkan siklus-siklus lama! Sewaktu kalian menyediakan waktu untuk bersekutu bersama TUHAN dan merenungkan Firman-Nya, minta Dia menunjukkan kepada kalian setiap siklus penghancuran yang ada dan bekerja dalam hidup kalian. Adakah kalian terperangkap dalam hutang dan kekurangan, ketidak mampuan, atau kerugian maupun kehilangan? Apa hati kalian menjadi semakin dingin dan tidak lagi merasa dekat dengan TUHAN seperti yang pernah kalian rasakan sebelumnya? Jika TUHAN menunjukkan kepada kalian adanya silus-siklus lama dalam hidup kalian, minta Dia menunjukkan kepada kalian strategi yang Dia berikan untuk memerdekakan kalian!
3. Minta TUHAN menyingkapkan setiap dosa yang ada dalam hidup kalian. Masing-masing kita mempunyai titik-buta, area-area dosa yang tidak kita sadari. Area-area doa itu yang menghalang-halangi pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Jika TUHAN menyingkapkan dosa, Dia juga akan memberi kita anugerah untuk menang atas dosa tersebut.
4. Lebih mendekat kepada TUHAN! Ijinkan Dia menguatkan roh kalian dan membangkitkan level baru untuk mengasihi Dia di hati kalian! Jika kalian rajin mencari Tuhan selama hari-hari Awe, kalian sudah siap saat di Hari Pendamaian!

HARI PENDAMAIAN – Yom Kippur - waktu untuk mengalami pemulihan persekutuan dengan TUHAN – Hari Pemulihan
Di setiap tahun Tuhan ingin kita mempunyai pengalaman yang nyata akan hadirat-Nya. Perayaan-perayaan ini akan memberi kita empat langkah untuk mengalami kemuliaan TUHAN:
Merupakan hari yang ditetapkan TUHAN untuk suatu tujuan yang sangat penting.
Hari untuk merendahkan diri di hadapan TUHAN dengan berpuasa.
Hari untuk dipulihkan – meletakkan semua dosa-dosa kalian di bawah darah Anak Domba dan pemulihan sepenuhnya bagi TUHAN dan kehendak-Nya. Yesaya 44:22.
Hari Pendamaian ini merupakan hari Paling Kudus di sepanjang tahun. Ini bukan perayaan, tetapi puasa – bukan hari untuk bersukacita dan perayaan tetapi untuk merendahkan diri di hadapan TUHAN dengan berpuasa. Semulanya ini merupakan hari dimana imam besar memasuki Ruang Maha Kudus. Hari Pendamaian itu bukanlah hari untuk bersukacita tetapi hari yang bisa membuka pintu untuk perayaan sukacita yang paling besar di sepanjang tahun – Perayaan Tabernakel. 1 John 1:9.

PERAYAAN PONDOK DAUN / TABERNAKEL -Succot – satu minggu mengalami kemuliaan
Waktu yang ditetapkan (satu minggu) untuk mengalami Kemuliaan / Hadirat TUHAN.
Tabernakel merayakan Kemuliaan TUHAN – Hadirat-Nya “berdiam” bersama umat-Nya – waktu tahunan untuk memperbaharui sukacita hidup kita dalam Hadirat-Nya. Selama satu minggu TUHAN meminta umat-Nya untuk bertabernakel / berkemah bersama-Nya. Imamat 23:40 dan Ulangan 16:14-15 – waktu untuk bersukacita dan bergembira. Waktu untuk membawa korban persembahan sebagai pernyataan ucapan syukur kepada TUHAN – Ulangan 16:16-17. Tabernakel sesungguhnya waktu Yesus dilahirkan – bukan 25 Desember – Yesus, Terang Dunia datang pada waktu Tabernakel untuk bertabernakel / berkemah / berdiam bersama kita. 2 Tawarikh 7:1-2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar